Yakobus

oleh Douglas Estes

Hari 4

Baca Yakobus 1:12

Melalui ungkapan singkat di ayat ini, Yakobus kembali membahas tema pencobaan dalam hidup orang percaya. Ia terus menjalin topik-topik utama di sepanjang suratnya, dengan berulang-ulang membahas isu-isu kunci dan menghubungkannya dengan isu-isu sekunder di sekitarnya.

Mahkota tersebut adalah kemenangan orang percaya yang menyatakan kepada dunia bahwa imannya telah menjadi utuh dan sempurna.

Yakobus menyebut orang percaya “berbahagia” jika mereka mampu bertahan di dalam iman mereka saat menghadapi pencobaan (Yakobus 1:12). Pada bagian sebelumnya, kita belajar bahwa ketekunan adalah buah dari hidup beriman di dunia ini, yang pada akhirnya menjadikan iman kita lengkap. Kita juga belajar bahwa orang percaya yang bertekun melewati pencobaan akan dijadikan “sempurna dan utuh” (ay.4). Di sini kita belajar bahwa orang percaya yang demikian juga berbahagia. Mengapa kita berbahagia jika kita bertahan melalui pencobaan iman?

Mereka yang bertahan dalam pencobaan akan berbahagia sebab apabila telah melewatinya, mereka akan “menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia” (ay.12). Mahkota kehidupan ini melambangkan upah yang diberikan kepada mereka yang setia dalam iman sampai mati (lihat Wahyu 2:10). Lebih tepatnya, dalam bahasa aslinya, Yakobus mengatakan bahwa mahkota kehidupan dijanjikan kepada mereka yang tetap mengasihi Allah di tengah pencobaan dalam hidup.

Dalam pembahasan pertamanya tentang menghadapi pencobaan (Hari 2), Yakobus berkata bahwa ketekunan membentuk iman yang utuh dan sempurna. Ketika ia kembali membahas masalah ini, kita belajar bahwa ketekunan orang percaya tidak hanya menyempurnakan imannya, tetapi juga membuat ia memperoleh mahkota sebagai tanda kepenuhan hidupnya dalam Kristus. Mahkota tersebut adalah kemenangan orang percaya yang menyatakan kepada dunia bahwa imannya telah menjadi utuh dan sempurna.

Haruskah orang percaya memuji diri mereka sendiri atas mahkota yang akan mereka terima di masa depan? Tidak. Kemenangan tersebut adalah karunia Allah yang datang dari janji-janji-Nya kepada umat-Nya, yang dinyatakan dengan jelas lewat pengorbanan dan pemberian diri Yesus Kristus. Orang-orang percaya harus tetap bertekun dalam iman sampai akhir hidup mereka—suatu sikap yang tidak boleh dianggap remeh.


Renungkan:

Apa saja jenis pencobaan yang menyebabkan seseorang diberkati? Jenis apa yang tidak?

Bagian mana dalam hidup Anda yang telah teruji dan terbukti ketangguhannya?

comment

journal

share


writer1

Tentang Penulis

Douglas Estes (PhD, Nottingham) adalah lektor kepala dalam bidang Perjanjian Baru dan teologi praktika di South University. Beliau adalah editor jurnal teologi Didaktikos, dan kontributor tetap untuk topik seputar ilmu pengetahuan bagi Christianity Today. Douglas telah menulis atau menyunting delapan buku, sejumlah besar esai, artikel, dan tinjauan untuk berbagai terbitan umum maupun ilmiah. Beliau pernah melayani sebagai gembala gereja selama enam belas tahun.

Penulis Seri Perjalanan Iman:

Seri Perjalanan Iman®  adalah materi terbitan Our Daily Bread Ministries.

Misi kami adalah menjadikan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup dapat dimengerti dan diterima oleh semua orang.

Hak dan Izin  |  Syarat dan Ketentuan  |  Kebijakan Privasi