Yakobus

oleh Douglas Estes

Hari 10

Baca Yakobus 2:1-4

Ibadah “yang murni dan yang tak bercacat” perlu diekspresikan secara nyata dengan tindakan mengasihi sesama dan mengasihi Allah (Yakobus 1:26-27). Dimulai dari pasal 2, Yakobus memberikan contoh-contoh lebih lanjut bagaimana kita sepatutnya hidup mengasihi sesama.

Baik yang tua maupun yang muda mungkin berbeda dalam memahami apa yang benar, tetapi jika kita ingin memuliakan Allah, kita harus mengikuti hikmat-Nya, bukan hikmat dunia (1 Korintus 1:20).

Salah satu caranya adalah dengan tidak “memandang muka” (2:1). Artinya di sini adalah memberikan perlakuan khusus kepada mereka yang terlihat kaya dan berkuasa dan menolak mereka yang miskin dan lemah. Yakobus berkata kita harus menjauhi sikap pilih kasih seperti itu karena kita adalah “orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia” (ay.1). Kita tidak boleh membeda-bedakan orang, karena Kristus pun tidak membeda-bedakan kita. Pengorbanan Kristus ditujukan bagi semua yang percaya, bukan hanya bagi kelompok tertentu (Yohanes 3:16; Roma 5:6-8).

Setelah menegaskan prinsip dan alasannya, Yakobus lalu memberikan contoh situasi yang mungkin dihadapi orang percaya. Dua orang datang ke suatu kebaktian, persekutuan, atau pertemuan Kristen. Yang satu “memakai cincin emas dan pakaian indah” dan yang lain “memakai pakaian buruk” (Yakobus 2:2). Jika kita melihat keadaan ini dan memberikan tempat duduk yang terbaik di bagian depan kepada orang yang berpakaian indah, tetapi menyuruh yang berpakaian buruk untuk berdiri di belakang, kita telah bersikap pilih kasih berdasarkan penampilan lahiriah mereka. Menurut Yakobus, dengan itu kita telah bertindak seperti hakim yang tidak adil dan jahat (ay.4).

Ada dua implikasi dari nasihat bijak Yakobus: Pertama, kita tidak boleh memihak satu pihak dengan merendahkan pihak lain. Semua orang percaya adalah sama di mata Allah. Alkitab mengutuk neraca yang serong (Amsal 20:23), juga perlakuan yang tidak adil terhadap sesama (baca Imamat 19:15; Keluaran 23:3).

Kedua, kita tidak boleh berprasangka terhadap seseorang dengan melihat penampilannya. Dalam contoh yang diberikan Yakobus, kita hanya dapat mengenal kedua tamu tersebut dari pakaian yang mereka kenakan. Namun, apa yang kelihatan secara lahiriah dapat menyesatkan. Allah melihat apa yang di dalam batin, bukan tampilan lahiriah. Kita pun patut melakukan yang sama (Matius 23:25-26).

Apakah ini berarti bahwa yang benar adalah kita memberikan tempat duduk yang baik bagi orang miskin, dan menyuruh orang kaya berdiri di belakang? Mungkin terdengar adil, tetapi ini tetaplah sikap yang membeda-bedakan orang. Baik yang tua maupun yang muda mungkin berbeda dalam memahami apa yang benar, tetapi jika kita ingin memuliakan Allah, kita harus mengikuti hikmat-Nya, bukan hikmat dunia (1 Korintus 1:20).

Meskipun contoh yang diberikan hanyalah pengandaian, keadaan serupa mungkin sekali terjadi dalam dunia nyata. Situasinya mungkin berbeda, tetapi prinsipnya sama—janganlah kita pilih kasih atau memandang muka. Kita dapat bersukacita karena siapa pun kita dan apa pun latar belakang kita, kita semua akan menerima tempat dan kedudukan yang setara dalam rumah Allah.


Renungkan:

Situasi apa saja yang bisa jadi mendorong Anda untuk bertindak pilih kasih terhadap sekelompok orang?

Bagaimana Allah menunjukkan bahwa Dia tidak pernah pilih kasih? Bagaimana cara-Nya menunjukkan kasih karunia kepada semua orang?

comment

journal

share


writer1

Tentang Penulis

Douglas Estes (PhD, Nottingham) adalah lektor kepala dalam bidang Perjanjian Baru dan teologi praktika di South University. Beliau adalah editor jurnal teologi Didaktikos, dan kontributor tetap untuk topik seputar ilmu pengetahuan bagi Christianity Today. Douglas telah menulis atau menyunting delapan buku, sejumlah besar esai, artikel, dan tinjauan untuk berbagai terbitan umum maupun ilmiah. Beliau pernah melayani sebagai gembala gereja selama enam belas tahun.

Penulis Seri Perjalanan Iman:

Seri Perjalanan Iman®  adalah materi terbitan Our Daily Bread Ministries.

Misi kami adalah menjadikan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup dapat dimengerti dan diterima oleh semua orang.

Hak dan Izin  |  Syarat dan Ketentuan  |  Kebijakan Privasi